Warning: Siap2 cemilan, posting ini naga2nya bakal panjang dan membosankan :D
Pagi ini, temen baik saya dari jaman SMA tiba2 nge-buzz di YM, dan nanya pendapat masalah kerjaanya. Sebenernya sih pertanyaan dia, menurut saya, simpel. Dan jawabannya juga gampang, tinggal tanya ke diri sendiri secara jujur aja. Temen saya itu, saat ini lagi merintis karir *tsaahhh...:p* di sebuah kantor notaris yang gak besar. Untuk bisa kerja disitu, tentu gak gampang dan butuh usaha sampe sekolah S2 noktariat segala. Di kantor itu dia bisa dapet ilmu, apa aja yang dibutuhin kalo suatu saat nanti mau buka kantor notaris sendiri. Ideal banget sih emang, sekolah S1 hukum, S2nya notaris, terus kerja dikantor notaris. Berapa banyak coba pegawai di jakarta yang kerjanya gak sesuai ama latar belakang pendidikannya? Berapa banyak kita udah liat S1nya apa, kerjanya melenceng jadi apa. Jadi yah temen saya ini termasuk beruntung lah kalo diliat dari segi latar belakang pendidikan dan pekerjaannya sekarang. Masalahnya adalah, gajinya gak besar! Dan disamping gaji yang gak seberapa itu, gak ada tunjangan2 kesehatan layaknya kalo kerja diperusahaan besar lain. Note, temen saya ini menikah dan punya anak satu.
Alasan tadi pagi dia ngebuzz saya adalah, dia telepon perusahaan lamanya, yang nawarin balik lagi kerja disitu. Gaji 3x lipat, plus tunjangan2 asoy lainnya ala perusahaan besar. Sampe disini, jadi dilema dia. Mo kerja gaji besar, tapi impian punya kantor sendiri pupus, atau, mau tahanin kerja dikantor yang sekarang dengan gaji pas2an, demi ngejar impian punya kantor sendiri. Akhirnya sih dia mutusin untuk tetep kerja dikantornya yang sekarang. Toh dari awal menurut saya, juga dia udah memutuskan. Cuma perlu pendapat orang lain untuk meyakinkan pendapat dia sendiri aja. Tawaran gaji gede itu emang paling gampang bikin goyah iman ;p
Berawal dari pertanyaan tadi, akhirnya pagi2 jadi berdebat panjang. Debat sehat tentunya, bukan debat ama supir angkot pml-lb.bulus :p. Sebenernya, semua pertanyaan yang dia tanya ke saya, bisa saya jawab, tapi yah dari sudut pandang saya. Yang tentunya gak bisa sama persis ama dia, I can't really put my feet on her shoes, karena kan saya gak pernah sekolah sampe S2, dan pada dasarnya, saya bukan tipe orang yang ambisius ngejar karir.
Berhubung dia nanya ke saya, sementara saya orangnya simpel dan sama sekali gak ambisius, jawaban saya tentu adalah, pindah aja! Huehehehe.. :D. Saya bukan orang yang ngejar karir atau ambisius dalam bekerja. Emang jelas lebih enak kalo kita one day bisa punya kantor sendiri, waktu bisa kita yang atur. Mo anter jemput anak sekolah, ato dirumah nonton DVD sambil selimutan juga gak masyalah. Tapi yang saya tau dan liat sendiri, perjalanan untuk sampe bisa punya kantor sendiri, sama sekali gak gampang! Perjalanannya panjang, dan ditengah perjalanan itu, akan ada banyak hal yang dikorbanin. Untuk perempuan apalagi kalo udah punya anak, anak pasti jadi korban nomer 1. Walopun tujuan kita ingin punya waktu fleksibel yang buat anak juga. Tapi dalam pikiran saya selama ini, dan udah saya liat contohnya beberapa, untuk perempuan karir dan keluarga selalu berbanding terbalik. Kita gak bisa mau karir maju, tapi keluarga juga 100% kepegang. Gak mungkin, logikanya gak ada orang bisa sukses hanya dengan jam kerja yang sama dengan orang lain. Orang yang lebih sukses dari orang lain, pasti menginvestasikan waktu lebih banyak di pekerjaannya. Lha kalo udah gini, berarti anak dan keluarga keteteran kan dirumah? Belom lagi kita gak tau pasti kapan impian punya kantor itu bisa terwujud, bisa 5, 10 ato 15 tahun lagi. Buat saya, waktu gak bisa diputer balik, ngejar karir itu kaya ngejar langit. Selalu ada langit di atas langit. Sementara kita sibuk ngejar karir, gak sadar tau2 anak udah gede, banyak hal pasti yang udah terlewat selama kita gak dirumah. Dan waktu yang udah lewat itu, gak bisa kita minta untuk diputer balik.
Kalo untuk saya sih hidup itu sederhana aja. Asal saya bisa kerja, ada uang, keluarga beres dirumah, dan masih bisa haha hihi (penjelasan haha hihi disini agak panjang, huehehehe) diluar, ya udah. Memang kepuasan orang beda2, ada orang kaya saya, yang gak mau repot dan gak mau pusing ama urusan kerjaan. Tapi ada juga yang kaya temen saya, ambisius ngejar karirnya. Buat saya dua2nya sama aja, toh kita hidup cuma sekali, jadi jalankan lah mana yang bikin kita bahagia. Selama itu halal dan gak diatas penderitaan orang lain, gak ada salahnya kan? Jadi ulil bawel, udah lah stay aja dikantor yang sekarang, nanti kan klo elo udah jadi notaris, gw gampang bikin akta tanah ama rumah gw (ngayal punya rumah ama tanah tapi ogah kerja keras, huahahahahaa...)
I have to be honest, the main reason why I rarely write about marriage is because, I think marriage is like a roller-coaster ride. There are times when it can bring me to the highest feeling of happiness, but at a split second, a fight explode and I feel like am at the bottom rock of my life. There were too many times I think to myself, if only I could escape this marriage and just continue living alone. I dont mind raising Bebe by myself, I dont mind working my ass hard, but I just hate it when my mind is being bugged with negative thoughts when me and Billy had a fight. I mean, life is already challenging, if not hard. Cant I just have a peaceful life now? I never know how long I am going to live, so while I'm still breathing, I'm trying to make the best out of it.
l dont know what, or who to blame. The most obvious one to blame is, none other than myself. Everytime I had a fight with Billy, I kept telling and telling, that I just have to change how my mind works. I know that the key of my own happiness relies on the way I think. But it's not an easy task. Changing how your mind works is not as simple as one two three. There are other elements that are connected with mind. Ego, for example. I dont know, I think the biggest challenge of being a human is to compete with our own ego. And at the end of the day, who wins the battle determines what kind of a person we are.
After each fight, I fully realized, No, I can't run away from this marriage. Not just because for the sake of my baby, but because I am committed to it. And beyond that, deep inside I know I love my husband. I love him for so many reasons I cant describe. I love him for who he is, despite all of our differences. I love him because he's so different from every men out there. I love him for every little detail he does for me. I love him for the countless times of laugh he made me. He might not be the most romantic man in the world *though I wish so :lol:*, but things he does for me on daily basis are just amazing. All and all, he is a sweet guy in his own way. But I am just a human, sometimes I am too busy looking at the big picture, that I forget to see the little detail. Behind all these dramas in life, there is a reason why God created man and woman, that is to live side by side.
I now see this as only another phase of life. I am still young, we've been married for only 2 years, so we still got a long way to go. We still have a lot of dreams in our head, dreams for us to pursuit. Dreams that maybe, can only come true if we stay together, husband and wife.
Hopefully someday, I will look back to these days, holding hands with my dear husband and say that I am proud to be able to gone through all the hard times. And am proud to know that he is still there, hold me tight so I can never run.
Kabar duka cita dateng dari temen SMA saya, Astrid & suaminya. Sebulan yang lalu Acit temen saya, melahirkan bayinya yang udah meninggal. Menurut saya sedih banget, dan tragis banget, karena bayinya meninggal 2 minggu sebelum due date. Bahkan 2 hari sebelum bayinya meninggal, Acit baru aja ke dokter dan periksa USG segala, semuanya masih baik-baik aja. Ah kalo emang udah takdir, kita manusia ini gak ada apa-apanya. Bahkan alat secanggih USG yang bisa tembus liat bayi kita pun, gak bisa mendeteksi ada kelainan apa di dalem perut kita. Saya juga pernah ngelahirin, saya tau kaya apa perjuangan perempuan ngeluarin bayi dari perutnya. Sakitnya kontraksi, sakitnya pas bayi udah masuk ke jalan lahir, napas yang ngos2an, dan semua proses melahirkan normal itu temen saya lewatin karena dia gak mau ngeluarin anaknya ceasar. Dia kekeuh mau normal. Hebat banget. Ngelewatin perjuangan panjang, sakitnya minta ampun, hanya untuk ngeliat anaknya yang udah meninggal. Sepanjang yang saya tau dan saya rasain, kebanggaan dan pencapaian terbesar saya adalah ketika saya melewati masa hamil 9bulan, kontraksi, lalu berjuang sendiri ngeluarin anak saya. Suami, dokter dan semua suster yang ada diruangan melahirkan itu gak berguna apa-apa, sampe si jabang bayi keluar. Karena sampe si bayi keluar, itu adalah murni usaha kita sendiri dan ridho dari Allah. Dan gak ada yang lebih membahagiakan -setelah ngelewatin masa kontraksi berjam-jam, dan capeknya ngos2an ngedorong bayi- selain ngelihat bayi kita lahir, denger suaranya nangis kenceng, kemudian ditaro di perut kita untuk inisiasi dini. Kita bisa liat mukanya, sayang2 rambutnya...Tapi saya yakin temen saya pasti kuat. Karena saya juga yakin, Tuhan gak akan kasih manusia cobaan, melewati batas yang manusia itu mampu. Yang tabah yah Cit, cobaan selalu dateng bersamaan dengan berkah. Untuk elo, udah ada satu malaikat kecil nunggu di surga Berikut tulisan temen saya di friendsternya:Dear Minka,.... Sabtu, 12 April 2008... Satu masa yang ga bakal pernah Ayah Bunda lupain.. just a week before born, I loss my first daughter.. Iya, kamu sayang.. Ayah Bunda kasih nama kamu, Ayesha Milinka Wiwoho...artinya Perempuan yang Anggun...panggilan sayang kita Minka, singkatan dari Milinka..artinya Kuat dan Tegas... Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Rojiun..... Kamu pergi cepat sekali Nak.. you shown, you came, but you never open your eyes for us... Tapi kamu tetap cantik..lebih cantik dari semua ciptaan Tuhan yang pernah Ayah Bunda lihat... Ayah juga bangga sama Bunda..karena walaupun kamu udah pergi waktu masih di perut buncitnya..tapi dia tetep milih ngelahirin kamu dengan cara normal, ga milih Caesar, yang kadang jadi pilihan Ibu-ibu lain yang ga mau ngerasain sakitnya melahirkan... Sepintas rasa penyesalan kita berdua yang ga bisa kasih kamu kesempatan hidup di dunia..tapi Ayah Bunda sadar, lebih baik kamu hidup kekal di Surga, daripada harus merasakan dunia fana yang kotor ini... Only GOD knows why... but we believe, ALLAH punya rencana besar yang lebih indah buat kita..entah indah di bumi, atau indah di akhirat..Insya Allah indah di keduanya, Amin Allahuma Amin... Ayah Bunda juga bersyukur sama ALLAH..walaupun ga bisa ngerawat kamu..tapi Ayah dikasih kesempatan ciumin kamu begitu lahir..adzanin kamu waktu abis dibersihin sama suster..kafanin kamu..taruh kamu di tanah yang gembur..Ayah malah iri liat kamu, kayanya damai banget waktu Ayah adzanin pas di makam... Subhanallah... Allah Maha Besar... Kata orang - orang, muka kamu mirip banget sama Ayah..Bunda suka banget sama dagu dan bibir kamu yang katanya kaya Ayah..rambut kamu juga, tebel ikal kaya Ayah..tapi idung kamu mancungnya kaya Bunda... Nanti kita ketemu lagi di Surga ya sayang... jemput Ayah sama Bunda di pintu Surganya ALLAH ya... Kamu yang baik di sana, jangan nakal sama temen-temennya..yang nurut sama ALLAH, sama bidadari, sama malaikat... Terus Ayah pesen, kamu jangan lupa nanti cium kakinya Bunda juga ya, yang udah berjuang ngerawat kamu sembilan bulan di kandungan dan ngelahirin kamu dalam keadaan udah ga ada... one in a million loh Bunda-mu... Ayah Bunda cinta kamu... Akung Yangti Depok dan Taman Asri juga..Pakde Adit Bude Devi juga...Kakak Tisha juga nanyain kamu terus, katanya sedih waktu anter kamu ke makam, jadi ga ada temennya nonton Barney sama Princess... Om Yudha, Tante Ike sama Auntie Cynthia juga cintaaaaa banget sama kamu...... Sampe ketemu di sana ya sayaangg..... Dadaaa Minkaaaa............ We love u more and more and more............. -----Ayah & Bunda-----
Aaaaahhhh...udah lama banget saya gak update multiply saya. Dari post terakhir yang isinya happy happy joy joy di Bogor, banyak banget sebenernya kejadian yang terjadi, tapi sayang gak semuanya menyenangkan.
Setelah the happy weekend in Bogor, Bebe kayanya sakkiiitt melulu. Hari-hari saya gak jauh-jauh dari bolak balik ke dokter. Terakhir minggu lalu, harus ambil darah untuk tau kenapa batuknya gak sembuh-sembuh. Setelah itu hasilnya dibawa ke dokter anak. Dari dokter anak, akhirnya di tes mantoux. Alhamdulilah hasilnya baik-baik aja, gak ada masalah di paru-paru, berarti emang batuknya karena alergi, atau ketularan orang yang lebih besar. Sebenernya sih dari Bebe masih bayi, saya udah curiga kalo gen penyakitan saya turun ke dia.Bukan penyakit yang gawat untungnya, tapi alergi debu, alergi angin dingin, atau tempat gak bersih, atau kadang-kadang alergi orang jelek juga ;p heheheehe..... Dan akibat dari alergi itu, kalo gak batuk, pilek, atau sesek napas. Kasian kan, walopun penyakit yang gitu-gitu aja tapi ngerepotin juga ujungnya.
Kemudian lanjut ke hilite of the last weekend, ummm....temen saya yang baik hati dan baru join multiply, ngasih saya kerjaan jadi notulen. What? Notulen?!? iyaa bener bangeeet.. jadi notulen untuk acara soft launching sebuah komplek perumahan baru di Bintaro, yang jelas-jelas saya gak mungkin mampu beli rumahnya, hihihihihi.... Waktu riza telpon, saya langsung iya-in aja. PD abis lah pokoknya, padahal seumur-umur kerja jadi sekretaris, belom pernah sekalipun ikut rapat dan jadi notulen. Tapi kalo gak dicoba, kapan lagi iya ga? Toh juga bayarannya lumayan, bisa buat beli 2 botol Opi, hahahahahha......
Singkat kata singkat cerita, hari Minggu duduklah saya dengan manis di bagian samping acara, tempat dimana orang-orang yang berminat untuk beli rumah ngobrol-ngobrol ama marketingnya. Saya dan temen-temen yang lain, tentu gak jauh2 dari nggosip dan nyobain makanannya dong. Hehehe...Masalah notulensi, bisa lah nanti dikarang-karang dikit :D Sedikit review makanannya, dimsumnya ada 4 macem, 3 yang dikukus, 1 lumpia goreng. Yang lumpia goreng lumayan, yang kukusan, dari 3 macem itu cuma 1 yang enak. Lanjut ke sate ayam, enak. Terus ada bakso, enak juga. Kesimpulan makanan, udah deh mas tukang catering, mendingan masak makanan nasional aja, kayanya bakat dan latihan masih kurang tuh buat bikin makanan internasional :peace: Hihihihih..Bintang tamu juga lumayan, ada Mike Idol, Carlo Saba daaan...Pak Rano Karno yang udah gak naik oplet lagi tapi udah jadi wakil bupati. Tapi menurut saya, yang paling berkesan dari acara soft launching ini adalah, andong! Yes, ada andong disana. Andongnya dipake untuk jemput orang dari jalan depan ke tempat acara, atau untuk yang ingin ke WC. Entah gimana itu EO-nya, masa bikin tenda bagus-bagus pake AC tapi gak disediain WC siihh, ckckckck.... Besok-besok tulis dong diundangan "It takes about 5 min to get to the nearest toilet, so wearing your disposable diaper is highly adviced"
Selesai makan-makan, eh bikin notulensi, kita lanjut ke Bintaro Plaza. Berhubung Bubu baru dapet angpao, masa mo beneran dibeliin kutek semua sih. Jadi dari Bintaro Plaza, anak kutu dapet J.Co setengah lusin yang tentu aja gak mungkin diabisin sendirian, hehehehe.....
Yah begitulah, another weekend went by, and monday comes in. Hari Senin, saya udah harus balik lagi ke kantor, terus ke data room, ngetik ngetik gak tau sampe kapan. Pemandangan gak jauh-jauh dari dokumen item putih, dan layar notebook yang juga isinya ketikan....
Weekend besok, masih belom tau mau kemana, tapi yang jelas, I need color therapy! *bosen bok liat dokumen mulu*
Bebe, hold on tight to Baba, as he will always keep you safe
And hold on tight to Bubu, as I will always keep you warm
Yes, this is Friday, like every other Fridays, I'm usually always in the mood for weekend. It's like, yay!! After a full week of boring activities, it's finally weekend now! And you know somehow for me, Friday is even more exiciting than Saturday. Cause on Friday, I know I still have Saturday and Sunday to rest this lazy bones. While on Saturday, all I can think up is I have to spend the day wisely, since tomorrow will be Sunday and am usually too lazy to go out on Sunday. And as for this Friday, there are several things that make my mood even better:
- I just put on my polish yesterday, Charmed by a snake on my hand and Kangarooby on my feet. Both are from OPI. Charmed by a snake is a lovely neutral bronze that looks good on day wear. I've been wearing dark polishes the past few days, I wanna change it to a more subtle color. And I think this one is just perfect!
- This morning, Bebe woke up very very early. She woke up at 6.15 in the morning, which is way too early for her standard :D. She usually wakes up around 9 or even 10 am. And not too long after she opened her eyes, she pointed her finger to the TV and gave the remote to me. Yes, that means she wanted to see gajah. Whether on the Barney movie or on the Baby Einstein one. Any of those two will work for her. You know actually, I've been wondering since when does her fondness of gajah begin? I mean, the last time we went to Kebon Binatang Ragunan, her face didn't show any excitement at all. It's just like any other animal for her. But now, she will spotted even the smallest gajah pictures whenever she sees them.
- I picked up a chocolate croissant at Oh la la cafe and asked my dear husband to pay for it, hi hi hi... I know pay day was just a week ago, but why do the numbers on my bank account look so pathetic now?
- And the best thing is, tomorrow we're going to Kebon Raya Bogorr... that's a big YAY for me!! I always always love travelling out of town, and now that I have Bebe who also loves to go out (well, an apple doesn't fall far from it's tree, it's true), it coulnd't get any better!
Now, I think it doesn't take too much to put me on a good mood. Just a simple nail polish -or a new blush on-, coffee & croissant in the morning, my baby wakes up earlier so I can play with her for a moment before I go to work, and a plan to go out of town the next day. Those list I just wrote really vanish the grumpy thought I usually have when am on duty tonight. Yeaaah...I know today is my turn as secretary on duty, but what the heck, tomorrow is Saturday so I don't care! Have a great weekend everyone!
Saya kmaren abis cuti 3 hari, ibu saya pergi ke medan 10 hari, alhasil saya mesti gantian jagain Bebe. Argghh....ternyata dirumah jagain anak printil itu lebih susah dari yang saya bayangin! Kalo yang namanya sabar itu dijual di carrefour saya udah borong deh buat sebulan. Sebenernya sih bukan dikit-dikit saya marah ke Bebe, cuma gemes aja kalo dibilang udah 3x masih dikerjain juga. Yah namanya juga anak umur segitu, apa yang dilarang itu yang dikerjain. Biar saya udah bilang kenceng-kenceng juga mukanya tetep aja ngelengos gak mau liat, pura-pura gak denger. Nah klo udah bgitu, keluarlah aura macan saya , hihihihi... Maaf ya Be.. Toh ntar malem juga tidurnya pasti nempel ke saya, dan saat dia tidur itulah saya ngerasa bersalah yang sebesar-besarnya. Kok ama anak kecil gak sabaran banget sih. Mending kalo ama anak tetangga, lha ini ama anak sendiri gitu lho. Sumpah saya ngerasa berdosa banget. Bebe sekarang umurnya baru 1,5 taun, tapi rasanya dosa saya ke dia udah setumpuk akibat penyakit ketidaksabaran ini.Nah itu baru urusan ama Bebe, belom urusan dengan pasangan a.k.a bpk. Billy. Saya pernah ngobrol sama sahabat saya, dan saya bilang ke dia, menurut pengalaman saya yang menikah baru seumur jagung ini, kunci kebahagiaan kita berumah tangga itu ikhlas. Ikhlas dalam segala aspek. Istilahnya nih, mau curhat 3 hari 3 malem soal suami/istri kita juga gak akan puas kalo kita belom bisa terima dia apa adanya. Tapi masalahnya adalah, gak gampang terima kekurangan pasangan kita. Apalagi kalo kita tinggal seatap, setiap hari ketemu. Kesalahan sepele juga bisa jadi gede karena udah bosen salah yang itu-itu lagi. Padahal saya ngasih tau temen saya itu, bukan berarti saya udah sukses jadi orang sabar yang ikhlas, tapi untuk ngingetin diri saya sendiri. Bahwa kalo saya terus-terusan begini, gak akan ada abisnya dan gak akan ada selesainya. Hihihihi... jadi boro-boro mau sok tau, masih jauh kaliiii Jadi gimana caranya biar saya bisa belajar sabar yah? Satu-satunya cara yah tetep sabar, paksain aja bisa gak bisa :p. Nah jadi kalo besok-besok kebetulan liat saya lagi agak "sedikit" ngomel ama Bebe, atau bahkan mungkin ama Babanya, yah namanya juga orang belajar sabar yang lagi on progress 
Si anak cengeng kembali lagi malem ini. Bukan, bukan Bebe. Maksudnya saya sendiri. Dasar manusia melankolis, saya ngaku kalo saya cengeng. Walopun emang sebenernya melankolis gak berarti harus cengeng, tapi ntah kenapa saya kok gampang banget nangis, atau ngerasa sedih, denger lagu aja bisa bikin saya sedih kalo inget memori dimasa lalu.Malem ini, saya kebagian jatah lembur lagi di kantor. Padahal badan gak enak banget rasanya. Dari kmaren pagi udah flu, sampe kantor minum stop cold, gak berhasil juga. Pulang kantor, Bebe sakit juga. Batuk sekaligus sesek napas. Mau gak mau gak bisa langsung istirahat, padahal badan rasanya udah lemeeessss bangeeet... Hari ini gak bisa absen pula, karena jadwal lembur tadi. Bisa-bisa saya diseret dari rumah suruh kekantor ama sekreteris yang lain kalo saya gak masuk hari ini, hehehehe....Alhasil hari ini, dengan idung masih meler, AC kantor yang dinginnya saingan ama kulkas, makin jadi lah sakit saya. Selain pilek dan idung mampet, tenggorokan juga kering jadi batuk-batuk mulu, kepala juga rasanya cenut-cenut, dan yang lebih gak enak lagi, badan rasanya meriang! Dipegang atau ngetik aja kok rasanya nyeri semua, Hiks hiks hikss.......... Segala makanan yang masuk ke mulut pun gak ada rasanya. Karena badan gak enak, sementara gak tau juga bisa pulang jam berapa, tadi saya telepon kerumah. Kangen mo ngobrol ama Bebe. Billy hari ini juga gak ngantor, karena gak tega ninggalin Bebe dirumah lagi sakit. Telepon kerumah, Billy yang angkat teleponnya, saya bisa denger backsound suara Bebe lagi ngoceh sendiri depan tv. Kata Billy, seperti biasa dia lagi liat film kartun gajah. Pokoknya kasih apa aja yang ada gajahnya, dia pasti seneng banget :D Ngeliat gajah udah kaya ketemu artis si Ableh :p. Bisa langsung jejeritan teriak "gajahhh....gajahhh...." tentu dengan lafal seadanya, tapi kita yang denger udah ngerti maksudnya kalo dia ngomong gajah .Aarrrgghh.... saya sebeeeell.... sedih mesti kerja dikantor, badan gak enak. Padahal Bebe lagi main dirumahh...Sedih banget rasanya.... tadi pas ngobrol ama Billy, saya gak kuat lagi akhirnya saya tutup teleponnya karena...saya nangis...hiks hiks hiks... Bebe ai mish U!!
Kiss Me Sixpence None The Richer Kiss me out of the bearded barley Nightly, beside the green, green grass Swing, swing, swing the spinning step You wear those shoes and I will wear that dress.  Oh, kiss me beneath the milky twilight Lead me out on the moonlit floor Lift your open hand Strike up the band and make the fireflies dance Silver moon's sparkling So kiss me  Kiss me down by the broken tree house Swing me upon its hanging tire Bring, bring, bring your flowered hat We'll take the trail marked on your father's map 
Daripada mikirin sepatu-sepatu yang gak kebeli, bagaikan pungguk merindukan bulan *halah, jijay :p*, lebih baik mikirin hal-hal yang menyenangkan dan terjangkau. Setuju?!? Setuju doongg...... Member FD di Malta yang cantik lagi baik hati, bersedia diCPkan alat-alat lenong demi memenuhi hasrat banci-banci yang gak tersalurkan di Jakarta. Alat lenongan serba terbatas, gak lengkap, dan kalo mau pesen sendiri shipping ke sini, halaaahh.........harus nyiapin kesabaran demi nunggu kuitansi dari pak pos, isinya pajak bea cukai yang gak jelas rumus itungannya dari mana. Sedikit curcol, saya kmaren ini bersama teman pesan beberapa items dari Everyday Minerals, total ada 4 boks. Sengaja kita pisah-pisah, dengan maksud menghindari bea masuk yang gak jelas itu. Ternyata, sama aja bok! Pak gendut *sok tau* di bea cukai itu ngasih bea masuk yang seenak jidat, ada yang 30rb, 60rb, 50rb, dan yang terakhir, 100rb sajah! Dhhueeeng.... dari mana dapet angka segitu? Hanya Tuhan yang tau.... Itupun setelah nunggu 1bln gak jelas lamanya, entah paket kita nyangkut dimana. Ampun deh birokrasi negara ini......Nah jadi, berhubung ada tawaran menggiurkan dan tanpa ongkos kirim karena dia jg skalian pulang kampung, tentu tidak boleh dilewatkan begitu saja *grin*. Pagi ini tentu website yang dibuka adalah...www.sephora.fr !! Hihihihi... dasar gampangan, gak bisa ada yang nawarin dikit, langsung samber! Tapi tenang, saya masih inget daratan pas liat-liat sephora, jadi saya gak mau pesen banyak-banyak. Toh saya juga gak bisa pake eye shadow yang bener, blush on udah ada beberapa, lipstick juga pake kalo dikantor doang, lipgloss masih ada, hilighter cukuplah si Bobbi Brown Shimmerbrick tercinta, bronjer *bronzer maksute* kagak ngerti pakenya, terus segala cream muka males juga pesen jauh-jauh. Ntar kalo cocok terus abis kan repot mo beli lagi. Lhaaaa.... jadi sebenernya mo pesen apa tho mbak yu?! Bingung kan..... Tapi kayanya kok gak afdol kalo gak pesen apa-apa, jadi setelah browsing-browsing sebentar *klo kelamaan ntar banyak maunya*, jadilah saya pesen ini: Sephora Girls - Mirroir de sac Too Faced - Glamour to go  Jauh-jauh dari sephora cuma pesen kaca aja? Eiitss...tapi casenya warna ungu, dengan gambar pus meong di depannya, lucu lhoooo..disini gak ada kan yang kaya gitu? Hahahaha... alesan maksa banget deh :p. Kalo palet Too Faced itu, kebetulan emang warnanya bagus, netral dan gak terlalu gonjreng untuk banci pemula seperti saya. Untung mba Ayufie baru pulang bulan Juni, masih bisa towel-towel suami untuk nambahin bayar nanti. Kalo akhir bulan ini, bisa disuruh makan beras pake garem saya sebulan, kekekekekekk........
Setelah selesai liat lenongan di sephora, balik lagi ke FD, lho kok ada yang buka penitipan Vincci??? Mateeekk akuuu....*gambarpuyeng* Yah apa daya, resolusi taun ini adalah mengurangi hutang kartu kredit, sementara barang-barang ini kan dibayarnya cash, jadi bolehlah pesen sepatu, toh gak nambah tagihan cc kan? *nyengirsetan* Nah karena memang boleh *nanya sndiri jawab sndiri, udah mulai....*, berikut sepatu-sepatu yang saya tunggu kedatangannya:
(entah pengen yang biru, atau yang kuning. Yang kuning ada gambarnya sendiri tapi males ah uploadnya lagi) Nah kalo yang ini pengen, karena enak wedges, tapi kata Meivianie kok takut karetnya melarrr...hiks hikss..masih bingung nih.....Nah selain alat lenong dan sepatu diatas, satu hal yang coming soon adalah...eng ing eng.. Hair Smoothing!!! Yiiihaa......sabtu besok saya mau meluruskan rambut saya lagi. Setelah sekian lama terbengkalai gak dilurusin, ikal gak jelas. Rabu kmaren saya potong dulu di HairCode Mall Ambasador, karena selain keriting banget, panjangnya juga udah gak ada modelnya. Selain itu, kalo rambut pendek, kan lebih murah dismoothingnya, dududududu *kikirnya keluar* Naah....jadi begitulah kesimpulan hari ini, berhubung sepatu topshop dan paul&joe gak kebeli, biarlah mereka jadi penghias harddisk, sementara yah saya beli alat lenongan, vincci dan ngelurusin rambut ajah duluuuuu.......hahahahahaa.. saya setuju shopping is one of the best therapy! (lha perasaan saya nggak sakit)Note:*pics are from sephora.fr & padini.com*dan kalo gak tau CP itu apa, makanya join forum FD doong...nanti pasti tau apa itu CP, dan kantong langsung bocor huakakakkakk.........
Entah kenapa belakangan ini lagi pengen banget ankle boots atau oxford shoes. Ankle boots yang beli di cutesy terpaksa harus diadopsi mama baru, karena kebesaran hiks hiks..... Setelah browsing sana sini, akhirnya dapetlah dua sepatu cantik dibawah ini, dengan harga yang sama sekali tidak cantik...... Ulang taun pun kayanya saya gak bakalan di beliin ini, hehehehe... jadi sampai waktu yang tidak ditentukan, sepatu sepatu cantik ini saya simpen di hard disk aja, dalam bentuk gambar. Wujud aslinya kapan kapan, hehehe.... Kalo ada yang mau beliin, size saya antara 7,5 atau 8 *ngarep gila* Kenapa yah di cutesy gak ada yang kaya gini?!??!?? :marahmarah:
pictures are from www.shopbop.com and www.topshop.com
Pada hari Kamis, 28 Feb 08 di Surau Baitul Amin Sawangan, ada acara diskusi Perempuan Dalam Keluarga. Sebagai salah satu orang yang diundang lewat sms, tentu saya dateng dong. Langsung mengajukan surat cuti hari itu juga, karena undangan terbatas dan hanya untuk mereka yang dapet sms. Pembuka acara adalah YM. Abu, pemateri Tante Uji - Bisnis Islami, Ka Inu - Etos Kerja, dan Ka Yusi - istri yang mendukung suami.Dalam ceramah pembukaannya, YM. Abu mengatakan kepada kita istri-istri dan beberapa orang single yang hadir, bahwa dibalik setiap laki-laki yang sukses pasti ada seorang wanita hebat dibelakangnya. Jadi tujuan utama diskusi ini adalah, bagaimana kita para istri dapat menjadi wanita hebat yang memotivasi suami kita agar dapat menjadi suami yang sukses. Karena jika ditanya ke setiap istri, pasti mereka semua mau agar suaminya sukses secara materi. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit istri-istri yang protes kalo suaminya pulang malem dikit, telat dikit, bawaannya curigaaaaaa muluu... Sedangkan menurut YM. Abu lagi, orang yang sukses adalah orang yang jam kerjanya lebih panjang daripada orang biasanya. Oleh sebab itu diharapkan pengertian dan dukungan penuh dari istri apabila suaminya kerja sampai larut malam. Ehm ehm.. kalo saya sih gak masalah suami pulang malem, atau gak pulang sekalian, asal emang bener-bener kerja atau disurau aja, hehehe... Adapun rujukan dan referensi yang digunakan tentunya adalah Al-Quran dan Nabi Muhammad. Salah satu contoh cerita dari jaman Nabi Muhammad adalah, para istri sahabat Nabi pada kala itu, sering ditinggal pergi suaminya untuk ikut Nabi atau berperang, yang mengakibatkan mereka dirumah sendirian. Namun mereka tidak protes sedikitpun, malah mendukung apa yang suaminya lakukan. Begitu jugalah sikap kita para istri diharapkan oleh suami. Hal lain yang juga ditegaskan oleh YM. Abu, bahwa hidup itu adalah pilihan. Kita dapat memilih menjadi istri yang keras kepala, selalu menentang suami, dengan konsekuensi suami kita tidak akan pernah sukses. Atau kita dapat memilih, menjadi istri yang lembut hati, mengalah dalam prinsipnya namun perilaku kita tersebut dapat mengantarkan suami kita menjadi orang yang sukses. Karena sudah di riset oleh YM. Abu, rata-rata suami yang bermasalah dengan istrinya dirumah, pasti karirnya tersendat. Semua pengantar dari YM. Abu saya simak baik-baik dan saya coba jadikan modal dalam berumah tangga. Apapun masalah dan cobaan kita, kita harus kembali ke Al-Quran dan hadist, karena bila kita menggunakan ilmu psikologi misalnya sebagai referensi, ilmu psikologi sendiri terus berubah-rubah dan berkembang. Apa yang ditemukan sepuluh taun yang lalu bisa saja sudah direvisi atau bahkan tidak berlaku lagi sekarang. Sementara Al-Quran, nilainya selalu tetap dan tidak akan salah. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari ceramah YM. Abu, tentang bagaimana harusnya kita men-set pikiran kita sesuai ajaran agama, bagaimana kita harus bersyukur atas hidup dan tetap positive thinking. Kata YM. Abu, we see the world as we are. Satu lagi pesan YM. Abu yang "nyangkut" di kepala saya, hidup itu pendek, jadilah orang yang baik saja Diskusi kemudian dilanjutkan oleh masing-masing pembicara sesuai bidangnya. Pada acara diskusi ini, tinggal kami perempuan-perempuan saja yang tinggal diruangan. Pada awalnya sih peserta cuma dengerin pembicaranya aja, tapi pas hari semakin sore dan acara mendekati selesai, baru deh pesertanya berani nanya ini itu masalah keluarga. Tadinya, ja'im abiess.... hihihihihii..... Kesimpulan yang saya ambil dari diskusi dengan para ibu-ibu lain yang sudah berkeluarga belasan atau bahkan puluhan tahun adalah, laki-laki itu emang keras kepala dan gengsinya setinggi langit! HA..!! Bahwa ternyata, tidak ada satu laki-laki yang mau mengaku salah, let alone minta maaf yah.. Kalaupun ada, hal itu sangatlah jarang. Namun kita sebagai istri, harus punya trik bagaimana caranya agar laki-laki yang keras tersebut tunduk kepada kita. Karena seperti YM. Abu dan Tante Uji bilang, pada dasarnya suami itu takut istri Acara berakhir sekitar pukul 17.30 (kalo gak salah) dengan masing-masing peserta diberi bungkusan nasi padang Sederhana (yummieeehh..!) dan sebuah buku berjudul Road to Allah, karangan Jalaluddin Rakhmat lengkap dengan nama kita dan do'a dari YM. Abu, Semoga kakak diberi kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiieennn ya Allah amieeenn....
 Life is so full of up and down moments, turns and twists. There are happy moments, when I feel like I don't really live here on earth. I am flying to the moon, jumping from one cloud to another.I am living my dream.I really wish that moments would freeze and I will stay here forever. But it's impossible. That's not real life. Time will come when I have to land back on earth, wake up from my dream, open my eyes and accept reality life once again. I have to go through day by day in real life. Then comes the sorrow days, when I feel like I am the most miserable person on earth. I look green with envy towards other people luckiness. I am wondering inside, why life is so unfair. Why does mother earth do this to me. What did I do wrong? But as the old proverb says, there's always a silver lining in every cloud. And that time heals everything. Sorrow days may come and gone, and I will only going stronger. I believe, if it doesn't kill me, than it only makes me stronger. There's no other way, when you're at the very bottom, but to climb up. I've learnt how to climb up after each fall, and I know I will only getting stronger.
 | My turn | Feb 19, '08 3:21 AM for everyone |
I still clearly remember on my mind, when I was just a little girl, I was sitting on my mom's lap, listening to a song. Sometimes we just played on the bed with dad, the radio's turned on, but the light was off. We were just playing and cuddling before went to sleep. I still remember my parent's favourite songs. I guess that's how my fondness of radio began. Up until now, I still love sitting alone in my room, turn the light off, and just listening to the radio. I found the peaceful and harmony in lonely moment like that. That's when my mind usually travelled back to the beautiful memories ever happened in my life.
Last night, Billy was away to surau. I stayed at home with Bebe. She was already sleepy, and it was raining outside. So I thought it's best if we didn't go. And, just like what my mom and dad used to do, I turned on the radio, turned the light off, and there she was sitting next to me. We sat on the bed side right in front of the radio. It wasn't too long until she laid her head on my stomach, and quitely fell to sleep.
I can't believe I am now at the position where my parents were, one day when she's all grown up, remembering these beautiful moments we spent together. How I hope I wouldn't make anything that'll just leave a bad memories on her. How I wish I could be the perfect mom for her. How I wish she would grow up and that I will always be her hero. Oh how I wish for so many things.. so many good and perfect things, I know no human can have.
Karena neng mariamantic ngisi guestbook saya yang ternyata link ke resolusi 2008nya dese, ai jadi mesti ikyutan dehh...(padahal sih emang pengen bikin juga):Resolusi 2008 (mudah2an kesampeaaaan....) :1. memperbaiki hubungan vertikal ... mesti lebih rajin sholat dan beribadah nih. dunia makin gak karuan, and what seems crazy for me is that some people starting not to believe God. I mean, it's their business, I know. and I'm not trying to be a smart-ass here, but umm....ntar kalo dah mati gimana?! 2. paying my credit card, and try not to use them again (really?!) ...hehehe.. ini salah satu penyakit akut yang sudah menahun :D cc dipake, dibayar, dipake lagi. kapan mo selesai coba? nah kmaren pas lagi bengong mikirin tagihan, ternyata baru ngeh, kalo semua cc itu ditotal, I could buy me a nice laptop! ckckckkck... emang itu kartu kartu setankayanya sih yang paling kepikiran saat ini ya dua point yang diatas tadi. selebihnya gak ada, huahahaha...tapi berhubung mesti 8 yah mar? ya sud lah, here goes the rest (in random order)3. be a better person ...aduh ini kayanya basi banget. tapi justru kalimat2 basi itu lah yang paling susah buat di realisasikan. karena gak ada barometer pastinya, kecuali diri kita sendiri. termasuk jg be a better wife, and mother, and daughter. 4. loose the baby weight? ...ummm.. kalo yang ini niat selalu ada, tapi sayangnya baru sampe di niat doang, huehehehe... 5. *private* ... yang ini baru kepikiran sekarang, tp dalem hati aja yaks. gak usah di sebut disini6. m.e.n.a.b.u.n.g... ini juga kata yang sederhana, then again, susah buat direalisasiin. cuma bedanya, sekarang udah punya buntut, kata sederhana seperti "menabung" jadi suatu hal yang wajib. apa2 mahal euy!7. out of town holiday ... this is what I think is essential for my soul. too much work will kill me. buuuutt... only when I have saved enough money and still have some balance left after the holiday.8. last but not least, find a new job ...it's about time, isn't it? tuh mar, udah kelar :D yang dua point pertama semoga bisa berjalan baik. yang sisanyaa.. yah liat ntar lah. next victim: vian, wulan, lila, siapa lagi yah? halah bingung... Caranya :Bikinlah resolusi hidup kamu untuk 2008 (WAJIB, nggak kurang nggak lebih), dan sebarkan ke 8 orang yang kamu pilih sendiri....Kamu mesti mampir ke 8 orang tersebut, untuk ngasih tau bahwa mereka dapet PR dari kamu...
Jaman dulu, ketika iklan sendal Rindy merajalela di tv2, kemanapun saya bertemu orang yang saya kenal, saya pastikan dengan spontan dinyanyikan jingle dari iklan tersebut. Atau kalau baru kenalan dengan orang, biasanya hal spontan pertama yang keluar dari orang itu yah, iklan sendal tadi. Sampe kayanya saya udah bosen dan hapal banget kalo nama saya pasti langsung diasosiasikan dengan iklan sendal tersebut. Saat menulis jurnal ini, saya lagi nunggu dijemput oleh Billy. Karena gak ada kerjaan dan udah gak tau mau ngapain lagi, akhirnya isenglah saya untuk meng-google nama saya sendiri. Kalau dulu saya pernah memasukkan nama lengkap saya, kali ini saya iseng hanya memasukkan nama depan saja. Karena walaupun yakin bahwa nama saya cukup unik dan tidak pasaran, tapi pasti ada orang beberapa orang lain didunia ini yang bernama sama seperti saya. Dan ternyata apa yang paling banyak keluar?! Sambil melihat sepintas, ternyata adalah berita ini yang paling banyak keluar pertama di Google:*note: saya search untuk pencarian yang dari web, bukan hanya halaman dari Indonesia saja.Dicium seorang wanita mungkin membuat hati pria berbunga-bunga. Tapi tidak bagi Yvon Lambert. Soalnya, Sam Rindy, perempuan itu, justru mendaratkan kecupan ke lukisan miliknya. Naik darahlah Yvon. Bukan berarti Lambert cemburu pada sebuah lukisan lantaran tak kebagian jatah. Bukan pula Rindy salah nyosor. Justru itulah, ulah wanita asal Kamboja ini membawa akibat besar. Lukisan koleksi Lambert ‘ternoda’ bekas gincu Rindy nan merah merona. Padahal, Lambert membeli lukisan itu bukan dengan harga miring. Kolektor barang seni ini kudu menyelami AS$2 juta (sekitar Rp19 miliar) isi sakunya untuk mendapatkan karya seniman Cy Twombly tersebut.
Rindy pun mengaku menyesal. “Dia dikuasai emosi yang tak mampu dia atasi,” bela pengacara Rindy, Patrick Gontard Jeand-Michel Ambrosino. Dia menambahkan, tindakan Rindy merupakan ungkapan rasa cinta.
Diatas adalah penggalan artikel yang saya dapatkan dari hukumonline.com. Ada banyak lagi artikel serupa dalam bahasa Inggris.
Reaksi saya waktu membaca berita tersebut adalah.. bwaahahahahahahaaaa....... Saya gak bermaksud ngetawain perempuan bernama Sam Rindy itu, tapi insiden yang terjadi dan nama yang kebetulan sama bener2 sukses membunuh rasa bosan saya kala nunggu dijemput seperti sekarang ini.
Pertama, nama kita sama. Lalu, dia main asal nyosor aja mencium lukisan karena emosi yang tak terkendali, sementara saya sama sekali bukan tipe orang yang percaya pada jatuh cinta pada pandangan pertama. Apalagi mo nyium :P. Masalahnya kemudian, lukisan tersebut menjadi ternoda karena ada lipstik warna merah dia yang nempel. Sementara saya, boro2 warna merah, pake lipstik aja gak seneng!
Asli deh postingan ini gak penting banget, tapi lumayan menghibur lah. Bosen lho nunggu dijemput segini lama, hehehehe.... *dijemput lama protes, gak dijemput lebih protest lagi! piye tho....*
 Well, sebenernya kalo mau ngomongin kemacetan Jakarta, pasti semua orang juga udah mahfum. Mo sebel, stress, emosi jiwa, caci maki, tapi ya tetep aja harus dijalanin setiap hari. Iya gak? *kecuali someday somehow a money tree grows on my backyard *.Nah, saya termasuk salah satu dari sekian juta warga Jakarta yang commute dari daerah sub-urban (gak mo bilang pinggiran :D ) ke kantor yang lokasinya tengah kota di Mega Kuningan. Alternatif kendaraan umumnya adalah:- Patas AC Lb. Bulus - Rawamangun, jalurnya lewat Pondok Indah yang macetnya pol itu. Nggak banget deh.
- Naik bis apa aja dari Lb. Bulus ke Blok M, baru dari situ nyambung lagi ke daerah Sudirman, bisa naik busway atau naik bis umum biasa. Nggak juga deh, kebanyakan nyambungnya.
- Naik Kopaja P20, turun di Dept. Pertanian, lanjut naik busway Ragunan - Halimun. Tapi yang ini jg nggak deh, nunggunya gak nahan.
- Naik Kopaja P20, dari Lb. Bulus langsung ke Kuningan. Masalahnya cuma satu, bisnya lewat Mampang Prapatan.
Dari empat alternatif diatas, saya pilih yang terakhir. Walaupun macetnya Buncit dan Mampang udah tersohor banget, tapi kalo saya bisa berangkat lebih pagi, alternatif ini yang paling mending. Saya tinggal sekali naik dari Lb. Bulus, cari yang masih kosong, bisa duduk terus sampe Kuningan. Untuk pulang kantor, tadinya saya selalu pilih naik busway. Tapi karena nunggunya bener2 kelewatan lamanya, akhirnya suatu hari saya coba naik P20 lagi, and turned out it was faster than the busway! Akhirnya sampai saat ini saya setia dengan P20.Nah diluar memilih kendaraan umum yang repot itu, ada hal lain yang mengganggu lagi selain fakta bahwa jalanan macet dimana-mana. Gini deh, coba bayangin, kita naik kendaraan umum either itu busway yang berAC atau P20 yang... ummm... ya tau sendiri lah yah :P.Udah bisnya penuh sesek, jalanan macet, ditambah lagi...eng ing eng... bau ketek orang sebelah!!! Huaaaaa..... itu rasanya paaaakk... ampuuuunn dee..... Mau turun tapi ntar repot nunggu bisnya lagi, mau tetep di bis tapi ajegile "aroma" tetangga. Haduh, ini bener2 keadaan yang ngeselin. Kalau lagi di P20 sore2 pulang kantor, saya mencoba memaklumi dengan alasan, yah mungkin si orang ini tadi abis ngejar2 bis, dll. Tapi tadi pagi, ketika saya naik busway dari halte Ragunan, ada mba2 berdiri disamping saya. Udah jalanan Mampang macet minta ampun karena jalur busway penuh dengan kendaraan pribadi, si mba itu bau ketek pulak! Aduh maaf bukan maksud saya mau ngomongin orang, tapi ini kan masih pagi, harusnya masih fresh, walaupun gak harus wangi parfum. Tapi kalo pagi2 udah bau ketek bgitu, dan berdiri di dalem busway yang notabene berAC kenceng dan tertutup. Aduh, saya tadi sepanjang jalan bernapas lewat mulut dan sering2 nguap untuk ngambil napas panjang. Selebihnya, saya tahan napas. Lumayan latihan untuk berenang *padahal gak bisa berenang sama sekali*. Dan si mba itu kayanya gak paham dengan "keadaannya", sampe rasanya pengen banget saya colek, "Mba2, Rexona cuma 8rb lho......"Mungkin ini bisa jadi ide baru untuk iklan Rexona untuk pasang iklan di dinding bis2 Jakarta . (ngomong2, total waktu tempuh Ragunan - Kuningan pagi ini, 2 jam sajah!)
I used to be a very individual type of person. I am definitely not a social butterfly type. I love sitting alone in my room listening to a music and just daydreaming. Sometimes, when I'm in the mood, I would also write in my diary. I guess that's just a part of being a introvert person. I still remember clearly, I never had too many friends. Ever since I was in elementary school, up until now. I only have few friends, those who are really close to me. I don't like the idea being surrounded with lotsa people, but you can't totally be yourself coz you're not too close with them. And things got worst when I was in college. You see, my college was very far from home, thus in order to save time and energy, I decided that staying at a boarding house would be beneficial for me. And I wasn't wrong. But at that three years of staying in a boarding house, I became more and more introvert. The only close friends that I had back then, was only 3 person. Ha! And the rest of my friends were they who stayed at the same house with me. I hung around with that three friends of mine every single day, almost every single minute. We had the same class, the same schedule, and later on the last year of college, one of them joined me in the boarding house. I heard rumor saying, people were suspecting that we might be lesbian. Hahahaha..Now that's very funny! Of course we're not!!! Each of us had boyfriend. We were very loyal with our boyfriend back then, only because they never see the boys, they thought it was only a camouflage. Well, whatever. I never really mind of what other people say. I always do.After I graduated, I thought it's time to give my body a rest. College was exhausting, too exhausting. I need a rest. So I was hesitant to find a job. I never sent a single application letter to any company. All I do at that time was wandering around at the house, staying in my room, and hung out in Surau. I could lock myself up in my room all day long, write in my diary. I enjoyed a silent moment like that. Things gradually changing when I got a job, met Billy and started dating him. He was all the opposite! He's very extrovert, very outgoing, and has friends everywhere. I think whenever we go, we'll always meet someone he knows. Whether it's a friend, or just an acquintance. And I was amazed. It's like, even when we're at a very uncommon places, there's always someone who says "hi". Well my world starting to change too. I had a hard time adjusting at first, but I can manage it through times. So I ended up marry him. I guess that's what people say, complete each other out. Maybe we are, afterall, made for each other. I don't know that yet, only time will tell.And now, after almost 2 years of marriage, and have one super-duper-cute baby, I can say I miss the old me. I miss the me-time that I had plenty in the old days. I miss just sitting alone, and think and doing nothing. I miss going to the mall, sitting in a restaurant or cafe for a long time with my friends, laying around in my bed and writing my diary. Boy...how I wish I still have that kinda luxury. Not that I regret anything, there's nothing to be regretted about. But still, there's a part of me, the lonely type part, that will always exist. And sometimes needs to be fulfilled too. So last night, I opened my diary once again, read part of it, and started writing again.
Sebenernya pengen bikin tulisan ini pas tanggal 11 Nov 2007, tapi apa daya, hari itu hari Minggu, plus sibuk banget dirumah ama acara ulang taunan si Bebe. Jadi yah sekarang deh baru kesampean :)
Jadi ceritanya, tanggal 11 November setaun yang lalu itu, pas Bebe lahir. Hari Sabtu, tanggal 11, jam 11.15. Sebenernya menurut jam RS. Puri Cinere jam 11.17, tapi begitu dokternya nanya jam ke Billy, dan menurut jam tangan dia masih jam 11.15, akhirnya itu yang dijadiin jam lahir.Sebenernya, Bebe lahir 1 minggu lebih cepet dari perkiraan. Kalau menurut teori hamil 40 minggu, harusnya dia lahir sekitar tanggal 19 Nov. Sedangkan hari Sabtu seminggu sebelumnya, saya dan Billy udah pindah-pindahan dari Lb.Bulus ke Pamulang biar Bebe nanti ada yang jaga kalo saya harus kembali kerja. Saya mulai cuti terhitung tanggal 6 Nov, dengan perhitungan pindahan akan makan waktu sekitar 3-4 hari, dan sisanya dipakai buat istirahat saja. Akhirnya pindahan rumah *eenng...sebenernya pindahan kamar aja sih :D* selesai hari Rabu, gak ketinggalan kamar dicat ungu dulu biar afdol :D. Kamis dan Jumatnya praktis udah gak ada yang dikerjain lagi dirumah, kecuali leyeh-leyeh, tidur-tiduran, sambil main kucing :p. Saat itu saya sempet ngebatin dalem hati, Bebe kalau mau keluar sekarang udah bisa yah. Lebih cepet juga nggak apa-apa, biar bisa lebih lama main ama Bubu sebelum Bubu masuk kantor. :) Daannn....sepertinya si tuyul kecil ini mengerti kalo ibu dan bapaknya udah selesai beres-beres kamar untuk dia, jadilah dia keluar lebih cepet Hari Sabtu itu, gak ada firasat sama sekali kalo mau ngelahirin. Billy kebetulan ada meeting ama temennya untuk survey lokasi kantor di STC Senayan, jadi saya manis-manis nunggu dirumah. Perut udah gede banget, males mau keluar jalan-jalan. Sekitar jam12an, keluar vlek plus lendir. Saya langsung telpon ke dokter, dan hal pertama yang ditanya dokternya "udah berapa minggu Bu hamilnya?", saya jawab udah 39minggu, terus kata dokternya lagi "wah kalo gitu mungkin emang sudah mau ngelahirin". Dueerr.....rasanya sueeeneeeeng bangeet!!! Gak tergambarkan deh senengnya. Antara excited mau ngelahirin, tapi takut juga kalo ini keliru. Tapi yah jaga-jaga aja seandainya ini bener, saya tidur siang dulu untuk ngumpulin tenaga. Kan konon kabarnya ngelahirin bisa makan waktu yang lama dan tenaga yang nggak sedikit. Kebangun lagi jam3 sore, udah mulai terasa kontraksi-kontraksi kecil. Mama juga mulai keliatan senewen *walopun mukanya sok tenang*. Billy langsung ditelpon suruh pulang, biar bisa anytime berangkat ke rumah sakit. Sekitar jam4, Billy akhirnya sampe rumah sambil agak misuh-misuh. Katanya ngapain sih panik-panik nelepon, kan nunggu pembukaan lengkap bisa berjam-jam...Yee...namanya orang ngelahirin pertama kali ya begitu reaksinya. Dari bangun tidur jam3 sore itu sampe jam 6 sore, kontraksi makin sering dan makin asik rasanya :p. Walaupun saya masih bisa jalan kesana kemari termasuk beresin baju, tapi tetep kalo kontraksinya dateng, rasanyaaaa......TOP! Sebelumnya, selama hamil saya gak takut ama yang namanya ngelahirin. Toh itu proses alami, suka gak suka yang bakal dilewatin juga. Jadi denger temen kantor cerita sakitnya kontraksi, yah cuek aja. Malah ada sedikit penasaran, kaya apa sih rasanya kontraksi? Hehehehe...tengil banget yah.. Ternyata, emang belum ada yang nandingin deh!Lanjut dari jam setengah6, saya minta tolong Billy untuk beliin nasi goreng. Walopun gak laper sama sekali, tapi kan katanya butuh tenaga tuh untuk ngedorong bayinya nanti. Nasi goreng yang lama banget datengnya itu pun akhirnya gak kemakan abis. Lepas dari jam6, kontraksinya makin gak karuan rasanya. Sakitnya lebih dahsyat, sampe keringetan untuk nahan sakit. Nangispun juga rasanya udah gak kuat lagi. Begitu kontraksinya ilang, langsung ngantuk karena tenaga abis. Begitu aja terus. Nah berhubung si nasi goreng tadi gak abis, saya dipaksa makan telor mentah sama VCO satu sendok makan. Katanya bagus untuk doping tenaga. Sebenernya sih bayangin telor mentah rasanya udah wueekk banget, tapi yah gak bisa ngelawan juga, akhirnya telen juga deh. Ternyata not that bad kok, heheheJam setengah9, kontraksi mulai gak beraturan ritmenya. Kadang 5mnt sekali, kadang turun lagi jadi 15mnt sekali. Jadi bingung nih, udah harus berangkat belom yah? Telponlah kita ke dokter, katanya suruh berangkat. Akhirnya saya dan Billy berangkat duluan, Mama belakangan karena dia senewen berat liat anaknya mau ngelahirin, hihihihi....Dia berangkat belakangan ama Rista.
Sampe rumah sakit, udah gak kuat jalan lagi. Ampun deh rasanya, pinggang pegel setengah mati kaya abis jalan kaki keliling Jakarta, perut juga sakit. Udah gak karuan lah. Gak jelas mana lagi yang lebih sakit. Turun di lobby Puri Cinere, dibawa naik kursi roda sampe ruang periksa. Sampe ruang tindakan, disuruh ganti baju pake kimono rumah sakit yang lebih praktis, langsung scan jantung bayi, lanjut periksa dalem. Ternyata yang namanya periksa dalem itu, sakiiiiiiiiitt.....Bayangin aja tangan suster segede gitu dipaksa masuk ke dalem vagina untuk periksa pembukaan! Rasanya..mantab! Yang bikin susternya heran, ternyata saya udah pembukaan lengkap! Dia heran banget kenapa saya gak ngerasa mules kaya mau pup. Saya juga heran kenapa gak ada mulesnya. Cuma sakit kontraksi aja. Memang sih pas udah sampe rumah sakit itu, kontraksi udah ilang. Mungkin karena udah pembukaan lengkap kali yah. Berarti kan kepala bayi udah ada di posisi paling bawah, siap untuk keluar. Hua....rasanya waktu itu legaaaaa banget. I can push my baby out anytime now!Tapi berhubung kata susternya, dokternya on the way ke rumah sakit dan saya juga belum terasa mules, akhirnya saya nunggu dulu diruang persalinan. Sambil nunggu dokter, saya dipasangin kateter dan dicukur bulu itunya, hihihihihi...Gak lama kemudian air ketuban saya pun pecah. Selama proses itu, Billy setia tanpa takut nemenin disamping saya. Saking santainya, sambil nunggu dokternya dia ngobrol-ngobrol akrab ama suster diruangan situ. Ummm...sempet saya omelin dikit sih, lha wong istri pinggangnya lagi sakit banget, lha dia malah cerewet nanya ini itu , hehehe..Fast forward pas dokternya udah sampe, sama bidan yang ada diruangan situ, saya disuruh latihan ngeden katanya. Tarik napas, tahan, terus dorong perutnya sambil mata ngeliat ke perut. Dorong sampe 3 kali, baru boleh buang napas. Saya pikir latihan aja dong. Eh ternyata, ini ya udah proses melahirkan! Pas saya mau tarik napas yang kedua kali, dokternya masuk keruang persalinan. Saya pikir dia bakal ngapain kek gitu, taunya dia cuma senderan aja didinding sambil ngeliat kaki saya yang udah diangkat ke sanggahan tempat kaki untuk ngelahirin. Enak juga yah jadi dokter kandungan :p. Lanjut ke tarik-tahan napas & dorong 3x yang kedua, saya mulai keabisan napas. Karena kita harus dorong sekuat tenaga, tapi dalam keadaan tahan napas. Itu rasanya bener-bener kaya keabisan napas. Bayangin kaya kita tenggelem dalem laut yang gak bisa napas . Disitu saya mulai teriak ke Billy kalo saya gak kuat lagi, ternyata yang namanya ngeden itu capeknya setengah mati. Dokternya berusaha nenangin saya, nawarin teh manis anget, yang langsung saya tolak mentah-mentah :D. Abis itu dia nawarin untuk istirahat dulu, biar saya bisa catch my breath up. Setelah saya siap, lalu saya mulai session ketiga untuk tarik-tahan napas dan dorong. Gak disangka-sangka yang ketiga kali ini, Bebe langsung keluar!! Asli dia keluar, menurut Billy yang ngeliat dari samping saya, keluarnya Bebe bukan pelan-pelan, tapi langsung lompat aja gitu dari vagina. Dia ditangkep ama dokternya, bukan ditarik pelan-pelan setelah bahunya keliatan. Hihihihi..emang udah ada bakat pecicilan kayanya.
Sejujurnya nih, pas Bebe keluar, saya gak ngerasa apa-apa sama sekali. Begitu dia udah keluar, terus digunting tali arinya, saya pun di jahit *yang saya udah gak sempet nanya berapa jahitan ke dokternya*. Setelah itu dia dibersihin, diadzanin, dimasukin inkubator biar anget, lalu ditaro diperut saya untuk menyusui dan kenalan ama puting ibunya.
Bebe lahir dengan berat 2,6kg, panjang 46cm. Tergolong mungil, mengingat saya waktu hamil segede ikan hiu, hehehe.... Mama dan Rista yang nungguin diluar langsung nangis terharu, yang satu jadi Eyang, yang satu jadi tante. 
Abis selesai dijahit dan segala urusan administrasi, saya masih harus nunggu sebentar di ruang persalinan. Karena masih ada rasa bius lokal, saya langsung telpon dan ngabarin Vian. Over excited banget waktu itu. Walaopun sih rasa sakitnya juga masih inget banget dikepala. Waktu itu yang ada dikepala saya, Krisdayanti kok kuat yah punya anak 4? Kan ngelahirin sakitnya setengah mati. Huehehehe...Dasar orang ngawur, kenapa coba mesti Krisdayanti? Lagian dia kan anaknya 2, bukan 4. Ngaco aja....Yah bgitulah kalo orang lagi teler .
Malem itu Bebe tidur diruang bayi dulu, sementara saya dan Billy semaleman gak bisa tidur, mikirin kalo kita baru aja resmi jadi orang tua. Kalo diitung-itung, total kontraksi saya yang sakit sampe pembukaan lengkap, itu cuma dari jam 6 sampe jam 9. Berarti cuma 3 jam! Sementara orang yang ngelahirin pertama kali, normalnya bisa berbelas-belas jam. Saya nggak bisa lebih bersyukur lagi.
Empat hari kemudian, baru dapet nama untuk Bebe, Maryam Viabel Sadina. Yang artinya, seorang anak perempuan yang mampu memiliki kebaikan di dunia dan di akhirat.
11 November 2006, was a truly historical day for me. It was the day when I felt like I just won a battle, and be a complete woman. 11 November, one year ago, I whispered on her ear; "welcome to the world Be..."
| |