     | Earth | May 14, '08 3:19 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
Kalau ada yang belum tau, sedikit informasi tentang film ini dari www.channel4.com: It's an ambitious title, but then this is the most ambitious nature documentary ever made - in technical terms at least. Created by the BBC's Natural History Unit in parallel with the award-winning TV series 'Planet Earth', its production statistics are staggering. It took five years to make, with 40 specialist camera crews spending 4,500 days in the field (including 250 days of aerial photography), filming in 200 locations across 26 countries.
Awalnya saya gak begitu minat pas billy pasang film ini dirumah. Saya gak ngeh judulnya, saya pikir ini film dokumenter biasa yang banyak gambar gajahnya untuk bebe. Tapi kemudian karena gambarnya bagus banget akhirnya film ini saya ikutin terus sampe abis, dan ternyata.... betapa sedihnya nasib binatang-binatang lucu penghuni planet ini..hiks hiks....
Film dokumenter ini bercerita tentang perjalanan rombongan gajah, termasuk seorang, eh seekor ibu gajah dan anaknya yang masih bayi sejauh ratusan mil hanya untuk mencari sumber mata air. Bener-bener keliatan gimana si ibu gajah menuntun anaknya ditengah badai pasir supaya gak ilang, dan ketika akhirnya rombongan gajah ini ketemu sumber mata air, mereka harus minum bareng dengan rombongan macan yang juga udah kehausan (dan kelaperan tentunya). Salah satu gajah besar akhirnya mati diterkam puluhan macan kelaparan. Sedih banget :(
Cerita kemudian berlanjut ke ibu dan anak humpback whales, yang hanya bisa makan udang. Ibu dan anak whales tersebut harus berenang dilautan sejauh 400miles demi mencari sumber makanan mereka satu-satunya. Kenapa jauh banget mo cari udang aja? karena makanan utama udang tersebut, plankton-plankton yang ada dilaut mulai punah akibat pemanasan global yang berdampak pada naiknya suhu air laut.
Cerita selanjutnya adalah polar bear, yang tempat tinggalnya mulai berkurang karena salju-salju mulai meleleh. Sebabnya? Tentu tak lain dan tak bukan adalah pemanasan global lagi. Polar bear tersebut tidak bisa lagi mencari makanan dengan gampang, karena permukaan lantai es semakin tipis jadi gak bisa lagi diinjek. Si polar bear tadi terpaksa berenang dilautan yang airnya dingin banget demi mencari makanan. Akhirnya pas ketemu ama rombongan walrus yang lagi istirahat, polar bear lutu tadi gak kuat lagi untuk nangkep bahkan hanya anak walrus karena udah gak ada tenaga. Yg paling sedih, si polar bear berakhir wafat di samping rombongan walrus karena kelaperan.
Film ini selain, untuk saya, ngasih liat betapa binatang pun bisa sayang dan protektif terhadap anaknya, tapi juga ngasih liat dampak langsung dari global warming terhadap mahluk hidup lain di bumi ini selain manusia. Kalo manusia, mungkin belum terlalu terasa dampak global warming. Banyak cara yang bisa dicari. Tapi klo untuk binatang, mereka gak punya pilihan lain selain mengandalkan apa yang disediakan oleh alam. Seandainya film kaya gini bisa laku sampai jutaan tiket macem film-film hollywood....    | Ra Sushi | Nov 15, '07 4:45 AM for everyone |
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Japanese / Sushi | | Location: | Bellagio Mall - Mega Kuningan |
Disuatu siang yang iseng, saya dan Vian lagi jalan di Mega Kuningan lalu menuju ke Ra Sushi di Bellagio Mall untuk makan siang. Namanya juga iseng-iseng nyoba.
Restaurannya sendiri sih nuansa..umm apa yah namanya? Pokoknya dekornya minimalis modern, dengan dominasi warna merah hitam untuk interior designnya. Berhubung kita dateng pas jam makan siang, kursi udah hampir penuh semua. Beruntung, kita dapet kursi sofa di pojokan pas untuk berdua.
Disini menu sushi dibagi jadi dua size, small dan large. Berhubung kita mau nyoba-nyoba, kita pesen yang small semua. Menu makan siang kita: - Sunshine Roll (small): Rp. 35.000 - Las Vegas Roll (small): Rp. 25.000 - Mexican Roll (small): Rp. 35.000
Untuk minum saya pesen Iced Tea, Rp. 9000, sementara Vian pesen Ra Sushi Juice Rp. 25.000 dan Ice Cream Rp. 10.000.
Overall rasa makannya standard aja, cukup enak, tapi gak ueeenak banget. Dan untuk ukuran harga segitu dengan porsi small yang ternyata small beneran, agak terhitung mahal untuk saya. Jauh lebih mending Poke Sushi.
Tapi hal paling menarik dari restaurant ini adalah, ketika saya menemukan seekor baby kecoa (masih kecil banget, jadi saya bilang baby) di saus teriyaki saya! Wueekkkhhh,....!! Dan saya baru sadar keberadaan kecoa itu setelah habis satu porsi sushi, yang mana kecoa itu baru keliatan karena teriyaki saucenya udah berkurang. Waduh, gawat ini....
Saya panggil waiternya, dan menunjukkan wujud si kecoa mati tadi ke dia. Kemudian mangkuk sauce saya diambil sama dia untuk ditunjukkin ke rekannya sesama waiter. Kemudian rekannya menghampiri saya dan meminta maaf, sambil menawarkan es grim gratis. Whuaat? Bukannya saya gak terima es grim, tapi kalo memang mereka niat baik dan menawarkan menu pengganti sebagai compliment, harusnya jangan diceplosin duluan dong. Kan harusnya saya yang milih. Saya menolak tawaran mereka, dan minta bicara dengan Store Managernya. Nggak ada katanya. Kalo gitu wakilnya deh, nggak ada juga. Lha ini gimana sih, kok ada banyak pegawai kerja disitu, tapi nggak ada yang in charge?! Kalo gitu akhirnya saya minta bicara dengan siapapun yang in charge disitu, tapi si waiternya tetep kekeuh bilang nggak ada, sambil kemudian jalan ke arah bar pembuatan sushi dan bicara dengan salah satu chef yang bikin sushinya. Waiter tadi kembali lagi ke saya, sambil minta maaf dan tetap menawarkan menu pengganti sebagai compliment. Akhirnya daripada panjang-panjang *dan gak mau rugi*, saya pesen Forbidden sebagai compliment. Ironisnya, dari semua menu yang kita pesen diatas, ternyata si Forbidden ini lah yang paling enak :D.
Menyedihkan yah kondisi service business di Indonesia ini. Harapan saya untuk hal-hal yang langsung bersinggungan dengan customer, harusnya adalah tanggung jawab dari level atas. Entah bener ato gak kalo si store manager tersebut nggak ada ditempat, tapi harusnya ada officer lain yang in charge untuk handle complain customer. Bukan waiter.
Akhirnya saya kasih bintang 2 aja untuk review ini, karena jujur secara rasa, makanan mereka terhitung lumayan. Tapi servicenya sangat mengecewakan.  | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Pada dasarnya, film Harry Potter manapun emang pasti gak sebagus dan sedetail bukunya. Untuk orang2 yang udah bacanya bukunya (termasuk sayah), nonton filmnya pasti jadi kurang greget. Karena gimanapun juga, kalimat2 yang ada dalem buku lebih bisa menggambarkan secara detail keadaan yang dimaksud dan membiarkan imajinasi si pembacanya terbang bebas. Dan untuk bring the book onto the screen, of course is not an easy job. Belom lagi ditambah buku aslinya yang tebelnya minta ampun, pasti ada bagian2 yang dicut sana sini biar filmnya gak kepanjangan. Kalo bener2 mo dibikin sama persis kaya bukunya, bukan jadi film ntar, tapi jadi mini sinetron :D
Di film ini ceritanya Harry udah ABG, he has a crush to Cho Chang,yg juga jd kurang gregetnya karna banyak detail2 yang gak diceritain (again, biar filmnya gak kepanjangan).Yg jadi Luna Lovegood juga bagus, sukses dapet kesan quirky-nya. Lebih sukses dari Lord Voldermort yang menurut gw (menurut gw doang lho) kurang dapet aura serem kaya yg kita baca di buku. Serial Harry Potter makin ke ujung penghabisan, sebenernya makin tegang aja ceritanya. Nuansanya makin gelap, ceritanya makin serius, less quidditch game, udah gak nyeritain gmn anak ABG yang lagi seru2nya sekolah, tp lebih fokus gimana win the battle pas ketemu ama si you-know-who. Begitu juga ama film ini, nuansanya udah lebih gelap, satu2nya bumbu yg gak serius ya fling antara Harry ama Cho Chang tadi itu. Overall film ini agak datar, gak ada emosi yang menguras air mata *halaaah...*, contohnya pas Sirius mati, ato moment2 lain yang kalo kita baca bukunya lebih seru. Tapi mata gw tetep terhibur kok pas liat adegan the witches terbang pake sapu terbang diatas kota, wuiiihh........seru bo'! Asik aja gitu ngeliat orang bisa terbang, sambil berimajinasi seandainya gw bisa ikutan terbang juga *dream on*
Gimanapun juga, buat hardcore fansnya Harry Potter, wajiblah nonton film ini!
pssstt....satu lagi yang menghibur mata, that Harry Potter aka Daniel Radcliffe is hot, HOT, H.O.T! ihihihihi.......... 
| |